Sunday, July 10, 2016

PULAU UBIN ADVENTURE

Hmmm... ...lama juga  ya absen dari  aksi tulis menulis, bukan karena sibuk,  tapi karena penyakit malas. Penyakit yang satu ini memang datang dan pergi sesuka hati dan tidak dapat diprediksi.
Kali ini corat coret tentang pulau ubin pulau kecil dekat Singapura. tidak jauh dari Changi, Singapura memang negara kecil tapi modern, sibuknya luar biasa  dan terasa city banget, gak jauh beda dengan kota-kota besar di Indonesia, yang beda mungkin Singapura lebih internasional, segala bangsa sepertinya tumplek blek bersatu dalam  bisnis.

Tapi dengan mengunjungi pulau ubin terasa beda, tidak ada kesibukkan, tidak ada baju rapi lengkap dengan dasi atau high heel, bener-bener desanya Singapura woow... heheheh. tapi kalo dipikir-pikir bodoh juga ya...saya dari kota kecil Indonesia harusnya datang ke negera maju, harusnya mengintip canggih dan modernnya fasilitas yang ada di Singapura, eh malah blusukan ke pulau Ubin.

Ketika menginjaknya kaki di pulau Ubin, yang terasa adalah ..woooww...puaannnaass banget. untuk yang berkulit kuning atau putih langsung dech berubah jadi pink. untuk yang udah sawo matang kayak diriku, langsung dech makin mantep gosongnya :), siiippp!!


Untuk mencapai Pulau Ubin harus menuju Changi  Point Ferry Terminal
mencapai  tempat ini mudah kok, dari MRT Station di Tampines, berganti dengan bus no 29. menuju bus station akhir dari rute bus 29. karena Changi  Point  Ferry Terminal tidak jauh dari bus station akhir. 
tinggal jalan kaki. sampai sudah di dermaga penyeberangan ferry
kapal penyeberangan dikelola oleh masyarakat setempat. meski untuk keluar dan masuk harus melalui pemeriksaan sekuriti yang bertugas di sana.  Ada larangan mengambil gambar selama menunggu kapal penyeberang. kalo akhirnya saya bisa mengambil gbr karena saya pintar  ambil moment...hehehehemudah-mudahan ini tiak terbaca oleh otoritas singapura 

Setiba di Pulau Ubin saya disambut oleh penduduk setempat yang menyewakan sepeda untuk berkeliling pulau ubin, Kelebihan pulau Ubin adalah memiliki danau yang bewarna hijau. 

Perjalanan mengelilingi Pulau Ubin di terik siang hari bukan hal yang mudah. 
diwajibkan membawa air minum yang  melimpah jika tidak ingin dehidrasi.

Serunya bersepeda di Pulau Ubin, seperti memasuki taman labirin. tak ada guide yang ada hanya peta dan penunjuk jalan.

Harus belajar kilat membaca peta dan posisi, kalo tidak bisa-bisa putar-putar gk jelas seperti yang kami alami.  Awalnya kami sewa sepeda hanya sekedar keliling di sekitar aja dan tidak berencana untuk mengelilingi rute bersepeda yang ada, Gak tahunya acara bersepeda kami membawa jauh ke dalam, dan jauh dari dermaga; Itulah  serunya di Pulau Ubin. Kalo tersesat di kota sich nggak usah pusing, banyak yang  ditanya  dan nggak khawatir kelaparan ato kehausan.  kalo tersesat di P. Ubin yang uji nyali namanya. karena gak ada warung ato kios ato tempat untuk ngecharge HP. bener-bener alami puoooll. yang ada di mana mana cuma tumbuhan bakau dan monkeys. eh kita sempat ketemu banyak monkey loh di sana. mereka pada nongkrong di pinggir jalan nontonina kami lewat. hehehe



 Menurut manajer hotel tempat kami menginap, beliau menyarankan agar kami sudah sampai di Singapura pukul 4 sore, kalo tidak, kami akan terpaksa menginap di Pulau Ubin yang katanya semua penduduknya akan balik ke Singapura pada sore hari,



Dengan alasan ini kami hanya putar-putar mengikuti jalan beraspal. Tapi entah kenapa acara berputar-putar di sekitar dermaga akhirnya membawa kami ke tempat yang luar biasa yang otomatis jauh dari dermaga.

Awalnya kami mengikuti jalan beraspal dan beberapa papan petunjuk arah yang memang ditujukan kepada para cyclist dadakan seperti kami, 

Karena jujur saja, saya sendiri nggak pernah bersepeda
Baru kali ini bersepeda serius di Pulau Ubin, parahnya di sana tidak ada kios penjual makanan ato minuman. klo haus ato lapar harap menikmati bekal yang dibawa.
kalo dah abis, gunakan imajinasi untuk tetap bersemangat mengayuh sepeda dan menemukan dermaga kembali.

Sebenarnya ada 10 base yang bisa dikunjungi oleh cyclist di pulau ubin. kami tiba-tiba kesasar di base 7, termasuk tempat tinggi untuk melihat danau yang ada Pulau Ubin


Pemandangan yang luar biasa kami lihat dari tempat kami berdri, padahal  pemandangan ini  kami temukan ketika kami berusaha mencari jalan balik ke dermaga, Intinya we got lost karena gk pinter membaca peta yang ada.
Air minum kami habis, yang ada di pikiran saya hanya es degan yang legit yang diminum langsung dari buahnya... waaah segernya.... keringat udah kayak banjir bandang.... hehehe hiperbola dikit. biar keliatan dramatis... napas udah ngos-ngosan kayak banteng  spanyol hahahah..., wajah udah pucat  diserang dehidrasi....tapi di tempat kami berdiri kami melihat  pemndangan yang great banget ...!!!
Senenag campur bingunng, senang karena gak nyangka sampe ke B 7, bingung karena gk tahu arah balik ke dermaga.

 Akhirnya kami nekat balik mencari jalan menuju dermaga.  dan bayangin es degan di ujung jalan dah disiapkan penduduk setempat.

Thanks God, akhirnya kami menemukan jalan menuju dermaga dengan tepat waktu. pkl 4 sore ada kapal yang menunggu penumpang.

Akhirnya kami tiba di Singapura dengan selamat, di sana kami langsung menuju pusat jajanan... Wooooowww alangkah bahagianya kami, rupanya penjual es kelapa muda sudah mnunggu kami....woowww...segarnya.
UNFORGETABLE MOMENT I think...
Thanks God












Sunday, April 12, 2015

ALONE BUT NOT LONELY

      Suatu kali saya pernah diundang dalam sebuah pesta pernikahan  anak dari teman baik saya. Meskipun saya adalah teman baik ibunya, saya juga berteman baik dengan anaknya. Undangan pesta yang dilaksanakan di tepi kolam dengan suasana santai dan menarik.
       Ketika pertama kali mendapat undangan dan membaca yang tertera di sana membuat saya tersenyum, karena tertulis bahwa undangan hanya diperuntukkan satu orang saja. Memang sih saya masih bujangan, tapi selama saya mendapat undangan pesta pernikahan, saya selalu diberi kesempatan datang berdua meski pemilik pesta tahu bahwa saya masih sendiri alias single waktu itu. 
     Maka ketika pada hari H dilangsungkan acara resepsi pernikahan saya selalu berusaha mencari teman yang mau menemani saya dalam acara tersebut. Saya tidak terbiasa, datang sendiri di tengah acara yang belum tentu saya mengenal orang-orang yang hadir di sana. Saya takut menjadi orang asing di tengah keramaian pesta. Bagi saya itu mengerikan. 
     Tapi kali ini, tidak. Saya diharapkan untuk hadir sendiri. membawa diri saya sendiri.Hmmm...... cukup membuat galau di hari-hari menjelang hari yang telah ditentukan.  Di dalam undangan tertulis  "BERLAKU UNTUK 1 ORANG" .
Hari yang ditentukan pun tiba. Saya masih ragu juga untuk hadir atau tidak, Jika hadir, saya membayangkan betapa terasingnya saya di sana karena saya bukan termasuk orang populer...he he ....jadi tidak banyak teman yang saya punya. Jika tidak datang, ini menunjukkan betapa saya tidak menghormati undangan ibu dan anak ini. Saya amat akrab dengan mereka. Akhirnya keputusan pun dibuat, saya harus berani mencoba, membawa diri saya sendiri tanpa di temani siapa pun. Saya berdandan layaknya pergi ke sebuah pesta dalam waktu sesingkat mungkin. Saya berharap saya datang awal, agar saya bisa memilih tempat duduk paling nyaman untuk bersembunyi dan mengamati tamu undangan.
     Ketika sampai di lokasi pesta. saya memang datang lebih awal, tamu undangan belum banyak yang datang, sehingga saya sempat bertemu dengan teman saya dan suaminya sebagai penyelenggara pesta.Tapi sungguh mengejutkan, justru saya datang awal, dan berencana untuk mencari tempat sembunyi paling nyaman, justru di situ saya bertemu dengan orang-orang yang mengenal saya. Wow...rencana untuk menyendiri di tengah keramaian pesta mendadak buyar total. Rencana hanya sekedar hadir dan pamer wajah kemudia menghilang diam-diam menjadi buyar, karena rupanya banyak undangan yang mengenal saya.
Hmmmm... pengalaman hari itu membuat saya tersadar bahwa, selama ini saya mengira saya sendiri, saya tidak punya siapa-siapa. but this time I realize that saya memang masih sendiri dan tidak berhak untuk menyendiri. Justru ketika masih sendiri terbuka peluang luas untuk untuk mencari teman  bukan menutup diri. Buat yang masih jomblo sampai sekarang, dont be give up to face yr future. U r alone but not lonely. Itu yang harus dipahami :)

Saturday, June 29, 2013

My Holidays




Aku pengen nulis apa ya kali ini?
Hmmm... oya....besok merupakan hari istimewaku, karena mulai besok aku bener-2 menikmati liburanku. 
Bayangin udah setahun ini aku bener-bener menghabiskan waktu untuk kerja dan kerja....gak sempat nyante ......
Liburan kali ini pengen mengunjungi negara surganya kaum adam.... he he he....karena terkenal banget dengan ceweknya,  baik yang cewek orisinil maupun cewek jadi-jadian...(ops sorry...)
Katanya sich... menjadi perempuan adalah hal yang menyenangkan daripada menjadi lelaki di negara ini. Karena dapat menambah salah satu daya tarik pariwisata di negara ini.
Itu informasi yang aku dengar tentang negara ini, benar ato tidaknya, tak dapat dipertanggungjawabkan.
Makanya besok, aku mau buktikan sendiri,  apa bener negara ini lebih suka warganya menjadi perempuan, dan apa bener juga negara ini merupakan surga kaum adam untuk cuci mata...???
Aku akan buktikan besok
trus aku mau buat story-nya selama aku ada di sana. Siapa tahu ada sweet/bitter memories yang perlu dicatat...:)
Akan aku bandingin dengan Indonesia negaraku tercinta...cieeeee.......pasti donk.....
Well....Thailand...
I'll come to see you.....
 


Saturday, July 2, 2011

GEREJA MERAH, Bangunan Tua, Di Probolinggo


Masyarakat Probolinggo memang menyebutnya demikian GEREJA MERAH, dilihat dari cat bangunan gedung ini yang keseluruhannya bewarna merah. berusia 149, dari tahun pendiriannya yaitu 1862.

Bangunan gereja ini amat unik, karena dindingnya terbuat dari baja. Demikian juga dengan interiornya
Mimbar yang berbentuk piala, yang biasa digunakan dalam sakramen perjamuan kudus
semuanya sengaja dicat dengan warna merah sesuai dengan warna gedung gereja
Ini pun terbuat dari baja.
Cawan yang lebih kecil ini digunakan untuk meletakkan air baptisan pada sakramen Baptis
Bahan pembuatnya juga berasal dari baja, sehingga tidak mudah digeser oleh satu orang.
Tutup cawan bisa dibuka, untuk mengambil air baptis yang sudah dipersiapkan
dan dibiarkan kosong jika tidak melaksanakan sakramen baptis

Tangga menuju balkon, yang terletak berhadapan dengan mimbar cawan.
Tangga ini terbuat dari baja juga
Balkon gereja yang pada jaman lampau digunakan oleh tim paduan suara

Saturday, June 25, 2011

BROMO TODAY


 Keadaan Bromo saat ini.

 Tanah pertanian tampak tandus dan tertutup abu vulkanik


Pepohonan hijau tampak meranggas, akibat
 letusan gunung Bromo

 Jalan menuju ke Gunung Bromo

 Warna kelabu tampak di sana-sini, bukan karena ulah kenakalan manusia, tapi Gunung Bromo tengah bereaksi. 

 Kepulan asap Gunung Bromo tampak dari Hotel Bromo



 Gunung Bromo dilihat dari Lautan Pasir

 Gunung Bromo dilihat dari Pananjakkan Dua

Friday, June 24, 2011

WAJAH SIAPA TERLUKIS di BUKIT ITU YAA...??

Pemandangan sekitar Gunung Bromo memang masih menakjubkan, meski Bromo tak nampak hijau lagi karena guyuran abu vulkanik yang dihasilkan Bromo tiap hari,. Tapi ada hal yang menarik perhatian saya ketika sopir yang mengantar saya dan menunjukkan jarinya ke arah  ke salah satu bukit di sekitar Bromo. Bukit itu tampak biasa saja. Kami sempat terbingung-bingung juga mengamati bukit itu, yang menurut kami amat sangat biasa, dan sopir kami terus berbicara bahwa di sana terlukis wajah seseorang....
Kami pun mulai mengamati dengan seksama bagian demi bagian, celah demi celah untuk menemukan seraut wajah yang terlukis di sana

Hmmmm...akhirnya kami menemukan lukisan wajah itu di sana. meski wajah tersebut tak nampak jelas seperti     Mount Rushmore National Memorial, yang berbentuk patung dari kepala mantan presiden Amerika Serikat George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt dan Abraham Lincoln yang memang sengaja dipahat di batu karang tersebut. Tapi kami memang benar-benar melihat ada seraut wajah terlukis di sana. Mirip pahatan wajah di candi-candi Budha.


Wajah yang terpahat di sana merupakan goresan alam, berkali-kali mengunjungi Bromo, baru kali ini mengamati sebuah wajah yang terbentuk di sana. Kira-kira wajah itu wajah siapa ya? Salah satu leluhur Gunung Tengger kah...???


BROMO, LOVELY MOUNT


Terakhir saya mengunjungi Bromo, kira-kira 20 tahun yang lalu. Kala itu Bromo looked  evergreen dech, and so lovely. Dan yang paling mengesankan, kami harus berjalan kaki melintasi lautan pasir untuk mencapai puncak Bromo dan menikmati indahnya sunrise di ufuk timur, menyingkap kabut yang menyelimuti puncak Bromo. Wah sungguh luar biasa lukisan agung yang MAHA AGUNG goreskan di tiap pagi. 



Sinar pagi membias di ufuk timur Gunung Bromo, biasan warna yang tak dijumpai dalam goresan pelukis terkenal.
LUAR BIASA...!!!!
Tidak salah driver yang mengantar kami  hari ini, menuju lokasi Gunung Bromo, hanya memerlukan waktu 30 menit untuk mencapai lokasi dari kota probolinggo. Hanya untuk memberikan moment yang memang AMAZING...!!!
Padahal jarak tempuh yang dibutuhkan dalan keadaan normal adalah satu setengah jam.




Dan sekarang saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat wisata ini. untuk menikmati sunrise. Hmmmm...bener-bener kejutan besar dari sang pencipta. Bromo sedang aktif-aktifnya bekerja menciptakan kepulan asap yang membuat pengunjung terpesona termasuk diriku. Kepulan asap yang keluar dari kepundan kawah Bromo benar-benar memikat banyak pengunjung termasuk diriku. pasan g gaya narsis abis di depan gunung yang semakin eksotik. meski di sana-sini tampak gersang karena hujan abu yang masih belum ada tanda-tanda kapan akan berhenti. Bromo masih tampak cantik. Sungguh luar biasa Penciptamu


THANKS GOD, YOU MAKE EVERYTHINGS SO INCREDIBLE AND PERFECT..........!!!!! YOU amaze me so much...!!!



.



Tuesday, May 17, 2011

MENARA SUAR

Hari ini kami mengunjungi salah satu mercu suar di daerah Bangkalan Madura. Mercu suar ini dibangun pada tahun 1878 pada jaman pendudukan Belanda. Bangunan kokoh ini masih bediri dengan gagahnya dan masih menjalankan fungsinya dengan baik. Bangunan yang dibuat dari bahan baja dengan kwalitas prima. Terbukti bahwa di usianya yang lebih dari 1 abad, bangunan ini masih tetap berfungsi dengan baik, dan bahkan tidak menunjukkan kekeroposan atau kerusakkan bangunan yang fatal. Menurut informasi dari warga sekitar, mercu suar ini dioperasikan oleh seorang Belanda disertai keluarganya. Mendengar cerita warga mengenai berdirinya bangunan mercu suar ini dan melihat lokasinya yang sampai saat ini jauh dari fasilitas yang memadai karena kurang tersedianya air bersih, kami bisa membayangkan betapa beratnya bagi petugas pertama yang menjalankan tanggung jawab untuk tetap menjaga lampu menara suar  ini tetap menyala dan memberi penerangan bagi kapal-kapal yang melewati pantai ini.

Ketika kami memutuskan untuk mengunjungi tempat ini  diantara kami tidak ada satu pun yang pernah mengunjungi tempat ini. Kami pergi ke sana hanya berdasarkan info dari internet dan menggunakan GPS, kami benar-benar memanfaatkan  kemajuan teknologi ini. Di tempat ini kami merupakan orang asing, artinya kita memang benar-benar tidak mengenal daerah yang akan kami kunjungi dengan baik. Dan ketika arah denah GPS menunjukkan lokasi tujuan kita, kami mengikuti jalan yang diberikan dalam peta elektronik kami. Rupanya GPS tidak  memberikan informasi yang valid mengenai jalan yang akan dan tengah kami lalui. Selama dalam perjalanan kami saling berkomentar antara pro dan kontra untuk melanjutkan perjalanan atau tidak, karena jalan yang kami lalui bukan merupakan jalan raya yang selama ini kami bayangkan melainkan jalan yang sempit, tidak beraspal, berdebu, tidak rata, dan di tepi kanan kiri jalan terdapat rawa-rawa serta hutan  mangrove yang membuat kami berpikir dua sampai tiga kali untuk melanjutkan perjalanan kami. Dan sempat pula di antara kami berpikir bahwa kami salah arah atau salah  memilih jalan sehingga kami tersesat. Tetapi teman yang lain tetap meyakinkan bahwa arah dan jalan yang dia dapatkan dari GPS merupakan jalan yang benar. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami, sambil berharap bahwa kami tidak salah arah.
Dan ketika salah satu dari kami berteriak bahwa dia melihat mercu suar itu. Dan menunjukkan ke arah mana mercu suar itu berada. Kami seperti mendapat harapan baru, bahwa kami tidak salah jalan atau arah. Meski mercu suar yang ditunjuknya berada di kejauhan. Akhirnya kami sampailah di tempat tujuan

Menara suar itu berdiri kokoh di hadapan kami memandang ke arah lautan lepas di depannya.
Cerita warga mengenai seorang penjaga mercu suar pertama,  menambah kekaguman kami mengenai suatu tanggung jawab. Karena perjalanan menuju mercu suar ini penuh tantangan, kami bisa membayangkan bahwa tidak mudah bagi seorang Eropa untuk tinggal di lingkungan tropis jauh dari fasilitas wah saat itu. Tinggal terpencil, transportasi yang tidak mudah, akses keluar dari daerah tersebut yang mungkin sangat sulit dilakukan setiap saat, kehidupan sosial yang amat sangat terbatas dengan warga sekitar. 
Hari ini kami belajar tentang ketangguhan hidup. Memang tidak mudah untuk bisa menjadi berarti dalam hidup jika tidak melalui proses yang panjang dan berliku

Sunday, April 10, 2011

BOLA BOLA MAYO

Di musim penghujan gini, emang paling enak nyemil gorengan anget sambil nonton TV. Nah ini ada resep sederhana, bikinnya mudah dan cepat
Bahan:
Tepung terigu 500 gr
Wortel (dipotong kotak kecil lembut) 1 lonjor
Jagung manis pipilan 50 gr
Buncis manis dirajang halus 50 gr
bakso ikan ( dirajang halus) 5 butir
Air putih 2 gelas belimbing
Sedikit garam dan merica
Margarine 3 sendok makan
Bawang putih digeprek
Sausnya:
Siapkan mayonaise, saos tomat dan saos lombok secukupnya, campur jadi satu dan aduk. Sisihkan.
Cara membuat:
Panaskan mentega, masukkan bawang putih, masak hingga harum, tambahkan wortel, jagung manis dan bakso ikan cacah, rebus hingga matang, beri garam dan merica secukupnya boleh ditambahkan kecap asin sedikit. Kemudian masukkan tepung terigu, masak hingga adonan kalis, dan lepas dari wajan. Biarkan panasnya berkurang. Bentuk menjadi bola-bola dengan bantuan dua sendok makan. goreng hingga kecoklatan. Angkat. Hidangkan bersama saosnya. Mudah kan, Selamat mencoba..!!

Wednesday, October 13, 2010

I Love MY Mom....

Salah satu muridku, hari ini menunjukkan uang sakunya, only 2000 rupiahs, not much money for him. but his statements surprised me...
He said that, he wanted to used only 1500 rupiahs to buy a kind of food he likes, n he would give the rest of it to his mother. "I'll give it back to her, I thought, 500 rupiahs it's enough for her."
when I heard his explanation, I wondered to know why he said like that, cos I know there is nothing to do with 500 rupiahs.We get nothing.
So I let him to tell, why he gave only 500 rupiahs."It's easy...mama cuma butuh 500 untuk kerikan, karena mama sering masuk angin, padahal cari uang coin di rumah itu susah lho.n aku bantu mama kerikin badannya lho, biar mama gak sakit" :)
Wow....!! gak pernah terpikir...anak sekecil itu memikirkan kesehatan mama, the one who he loves so much. He realizes that he can do nothing to keep his mom's health.
There are many ways to express one's love to the other.

Wednesday, April 14, 2010

WE ARE NOT IN ONE LINE

Diakui atau tidak dalam bersosialisasi, kita pernah berseberangan dengan orang lain, kita tidak selalu sepaham dengan mereka, dan biasanya pula jika tidak sepaham, jangan harapkan ada kerjasama yang baik antara mereka. Itupun yang pernah aku alami.
Namun aku menemukan hal yang amat simple, di mana antara hal yang berseberangan bisa bekerja sama dan saling membutuhkan.
Kita memiliki dua tangan yang berbeda tangan kanan dan kiri, letaknya pun tidak pada tempat yang sama. namun tangan kiri selalu dan pasti membantu tangan yang lain untuk mengangkat suatu benda apapun demikian juga sebaliknya.
Karena belanjaan yang berat, salah satu teman aku membantu mengangkat tali keranjang yang lain dengan posisi tangan yang berbeda dengan milik aku. Dan aku memegang tali keranjang yang lain dengan tangan kanan sedangkan aku memegang dengan tangan kiri. sehingga kami pun dapat berjalan beriringan.
Seandainya aku bisa seperti itu, atau siapa pun dia, bila berseberangan pendapat namun masih bisa bekerja sama, saling mengisi kekurangan yang ada, pastilah hubungan tersebut merupakan hubungan yang solid.
Pada umumnya, semua sepertinya merasa terluka dan menganggap sepi satu sama yang lain, jika berada di jalur yang berbeda.
Yang jelas saling menyakiti dan tidak mau menyapa bahkan bekerja sama adalah hal yang paling mungkin terjadi.

JADIKAN AKU SAHABATMU

"Tegur aku jika aku mulai sombong, tegur aku jika aku mulai angkuh, tegur aku mulai salah, karena aku masih sangat butuh sahabat seperti kamu,hari ini esok dan selamanya SELAMAT HARI PERSAHABATAN SEDUNIA kirim ini ke semua teman yang kamu sayangi (Jika aku termasuk tolong kirim balik ya?) Lihat berapa banyak balasan yang kamu dapatkan jika lebih dari 7 berarti kamu patut disayangi dan ... karena kamu adalah salah satu yang terbaik...:)"

Kalimat sms ini begitu menggugah saya, dan membuat saya "hmmm..??" kira-kira apa yang terjadi jika saya melakukan apa yang ditulis oleh pengirim sms ini dalam smsnya kepada saja. Karena tidak mudah bagi seseorang untuk menerima suatu teguran mengenai dirinya. Bisa jadi yang menegur malah dibilang sirik atau gak mau ngerti dan yang paling parah apabila dijawab dengan "urusi dirimu sendiri, napa sih? Emang kamu kamu gak sombong juga, ato emang kamu ini selalu bener? Dasar tukang kritik, kurang kerjaan..dll...n dll..etc..etc...to be continued...

Buatku kalimat sms ini amat sangat membahagiakan apabila disertai dengan ketulusan dan niat baik untuk mengubah diri menjadi lebih baik, bukan hanya sekedar kalimat pemanis di bibir. Demikian juga bagi si penegur, bukan berarti diberi kesempatan untuk menegur habis orang lain. Jika hal ini dilakukan, gak salah juga orang akan menilai si penegur sebagai orang yang "sok ngatur" "Mr right man" n de ..el..el.. so bagaimana selanjutnya..? selain yang ditegur harus memiliki hati yang luas untuk menerima segala kritikan, maka si penegur pun harus membenahi diri sebelum menegur orang lain.
Mungkin saja pengirim sms ini kecewa, karena saya tidak mengirim balik sms yang dia kirimkan seperti yang dia harapkan "....kirim ke semua teman yang kamu sayangi (jika aku tolong kirim balik ya?)" bukan karena saya tidak menyayangi dia, tapi karena pulsa saya sedang kena batasan limit, dan akan bisa dipakai di awal bulan berikutnya dan sudah dibayar lunas tentunya, untuk hal ini dia harus menunggu waktu yang cukup lama, karena dia mengirim sms ini di pertengahan bulan. entah siapa yang mendapat sial kali ini, saya yang tidak bisa mengirim sms balik ke pada dia, atau dia yang mungkin akan mendapat sedikit sms jawaban sehingga dia termasuk kategori orang tidak disayangi.
Saya berharap dia akan mendapatkan lebih banyak sms selain dari saya. Mudah-mudahan dia mengirim lebih dari 20 sms sejenis dan mendapatkan balasan lebih dari 7.

*Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran"

Friday, November 27, 2009

ARUNG JERAM ARUNG KEHIDUPAN


Perjalanan menyusuri sungai dengan menggunakan perahu karet, merupakan hal yang pertama kami lakukan.
Banyak hal yang kami pikirkan dan kami bicarakan, ketika kami memutuskan untuk mengikuti paket wisata ini.
Dan ketika teman yang lain mengetahui rencana kami ini, maka bermunculanlah sederet komentar, bagi mereka yang memberikan tanggapan positif, mereka akan mengatakan decak kagum, ......di mana...?? kapan...? ikutan dong...wah asyik banget...!! bakalan seru dech liburan kalian...??!! ...jangan lupa lho, pake ini...itu...biar gak..ini dan gak itu..he..he... Tapi ada pula yang memberikan pendapat, yang bikin kita miris..."huh..kayak gak kurang tempat hiburan!!"..."kalian ke sana itu mau setor nyawa ya...?? kemarin tuh tetanggaku ada yang tenggelam tus mati."..."Awal musim hujan gini kok malah nglayap ke sungai. kena banjir bandang kapok ya..!!"
Terlepas dari semua pendapat positif maupun negatif, akhirnya kami memutuskan untuk berangkat.
Semua sudah dipersiapkan perjalanan pun dimulai, ketika sampai di sungai yang dituju, kami saling memandang satu dengan yang lain, karena kami tidak menemukan kengerian apapun yang tampak di hadapan kami, seperti kata orang-orang sebelumnya.
Kami pun begitu menikmati perjalanan air yang luar biasa, jeram demi jeram kami lalui, jerit tawa menghiasi perjalanan kami.
Luar biasa, kengerian sirna begitu saja, padahal jika dipikir, tidak salah jika mereka ada yang berpendapat negatif tentang wisata air ini. Kami berpikir mengapa kengerian yang terpampang jelas di depan mata berubah menjadi sukacita yang luar biasa.
Di perjalanan pulang kami berbicara banyak tentang apa yang telah kami lakukan. kami mengambil banyak pelajaran tentang bagaimana bekerja sama dalam menghadapi suatu masalah. Jeram sungai merupakan simbol masalah yang kita hadapi, namun jika siapapun baik itu teman dengan sesama teman, suami dan istri, anak dan orang tua, kakak dan adik, tetap stick together, keep the commitment that we will reach the better future, i believe . it will be no more pain for everyone.