Tuesday, May 17, 2011

MENARA SUAR

Hari ini kami mengunjungi salah satu mercu suar di daerah Bangkalan Madura. Mercu suar ini dibangun pada tahun 1878 pada jaman pendudukan Belanda. Bangunan kokoh ini masih bediri dengan gagahnya dan masih menjalankan fungsinya dengan baik. Bangunan yang dibuat dari bahan baja dengan kwalitas prima. Terbukti bahwa di usianya yang lebih dari 1 abad, bangunan ini masih tetap berfungsi dengan baik, dan bahkan tidak menunjukkan kekeroposan atau kerusakkan bangunan yang fatal. Menurut informasi dari warga sekitar, mercu suar ini dioperasikan oleh seorang Belanda disertai keluarganya. Mendengar cerita warga mengenai berdirinya bangunan mercu suar ini dan melihat lokasinya yang sampai saat ini jauh dari fasilitas yang memadai karena kurang tersedianya air bersih, kami bisa membayangkan betapa beratnya bagi petugas pertama yang menjalankan tanggung jawab untuk tetap menjaga lampu menara suar  ini tetap menyala dan memberi penerangan bagi kapal-kapal yang melewati pantai ini.

Ketika kami memutuskan untuk mengunjungi tempat ini  diantara kami tidak ada satu pun yang pernah mengunjungi tempat ini. Kami pergi ke sana hanya berdasarkan info dari internet dan menggunakan GPS, kami benar-benar memanfaatkan  kemajuan teknologi ini. Di tempat ini kami merupakan orang asing, artinya kita memang benar-benar tidak mengenal daerah yang akan kami kunjungi dengan baik. Dan ketika arah denah GPS menunjukkan lokasi tujuan kita, kami mengikuti jalan yang diberikan dalam peta elektronik kami. Rupanya GPS tidak  memberikan informasi yang valid mengenai jalan yang akan dan tengah kami lalui. Selama dalam perjalanan kami saling berkomentar antara pro dan kontra untuk melanjutkan perjalanan atau tidak, karena jalan yang kami lalui bukan merupakan jalan raya yang selama ini kami bayangkan melainkan jalan yang sempit, tidak beraspal, berdebu, tidak rata, dan di tepi kanan kiri jalan terdapat rawa-rawa serta hutan  mangrove yang membuat kami berpikir dua sampai tiga kali untuk melanjutkan perjalanan kami. Dan sempat pula di antara kami berpikir bahwa kami salah arah atau salah  memilih jalan sehingga kami tersesat. Tetapi teman yang lain tetap meyakinkan bahwa arah dan jalan yang dia dapatkan dari GPS merupakan jalan yang benar. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami, sambil berharap bahwa kami tidak salah arah.
Dan ketika salah satu dari kami berteriak bahwa dia melihat mercu suar itu. Dan menunjukkan ke arah mana mercu suar itu berada. Kami seperti mendapat harapan baru, bahwa kami tidak salah jalan atau arah. Meski mercu suar yang ditunjuknya berada di kejauhan. Akhirnya kami sampailah di tempat tujuan

Menara suar itu berdiri kokoh di hadapan kami memandang ke arah lautan lepas di depannya.
Cerita warga mengenai seorang penjaga mercu suar pertama,  menambah kekaguman kami mengenai suatu tanggung jawab. Karena perjalanan menuju mercu suar ini penuh tantangan, kami bisa membayangkan bahwa tidak mudah bagi seorang Eropa untuk tinggal di lingkungan tropis jauh dari fasilitas wah saat itu. Tinggal terpencil, transportasi yang tidak mudah, akses keluar dari daerah tersebut yang mungkin sangat sulit dilakukan setiap saat, kehidupan sosial yang amat sangat terbatas dengan warga sekitar. 
Hari ini kami belajar tentang ketangguhan hidup. Memang tidak mudah untuk bisa menjadi berarti dalam hidup jika tidak melalui proses yang panjang dan berliku

Sunday, April 10, 2011

BOLA BOLA MAYO

Di musim penghujan gini, emang paling enak nyemil gorengan anget sambil nonton TV. Nah ini ada resep sederhana, bikinnya mudah dan cepat
Bahan:
Tepung terigu 500 gr
Wortel (dipotong kotak kecil lembut) 1 lonjor
Jagung manis pipilan 50 gr
Buncis manis dirajang halus 50 gr
bakso ikan ( dirajang halus) 5 butir
Air putih 2 gelas belimbing
Sedikit garam dan merica
Margarine 3 sendok makan
Bawang putih digeprek
Sausnya:
Siapkan mayonaise, saos tomat dan saos lombok secukupnya, campur jadi satu dan aduk. Sisihkan.
Cara membuat:
Panaskan mentega, masukkan bawang putih, masak hingga harum, tambahkan wortel, jagung manis dan bakso ikan cacah, rebus hingga matang, beri garam dan merica secukupnya boleh ditambahkan kecap asin sedikit. Kemudian masukkan tepung terigu, masak hingga adonan kalis, dan lepas dari wajan. Biarkan panasnya berkurang. Bentuk menjadi bola-bola dengan bantuan dua sendok makan. goreng hingga kecoklatan. Angkat. Hidangkan bersama saosnya. Mudah kan, Selamat mencoba..!!

Wednesday, October 13, 2010

I Love MY Mom....

Salah satu muridku, hari ini menunjukkan uang sakunya, only 2000 rupiahs, not much money for him. but his statements surprised me...
He said that, he wanted to used only 1500 rupiahs to buy a kind of food he likes, n he would give the rest of it to his mother. "I'll give it back to her, I thought, 500 rupiahs it's enough for her."
when I heard his explanation, I wondered to know why he said like that, cos I know there is nothing to do with 500 rupiahs.We get nothing.
So I let him to tell, why he gave only 500 rupiahs."It's easy...mama cuma butuh 500 untuk kerikan, karena mama sering masuk angin, padahal cari uang coin di rumah itu susah lho.n aku bantu mama kerikin badannya lho, biar mama gak sakit" :)
Wow....!! gak pernah terpikir...anak sekecil itu memikirkan kesehatan mama, the one who he loves so much. He realizes that he can do nothing to keep his mom's health.
There are many ways to express one's love to the other.